Friday, 6 April 2018

[Info Islam] Tongkat ular Nabi Musa membuat tukang sihir bersimpuh kepada Allah


Nabi Musa hidup di Mesir pada masa kerajaan Firaun yang sangat kejam. Pada masanya Firaun menganggap dirinya adalah Tuhan. Suatu malam Firaun bermimpi akan kerajaannya yang hangus di lalap api. Menurut ramalan mimpinya, kelak akan ada bayi dari Bani Isroil yang akan menghancurkan kekuasaannya.


Firaun pun memerintah untuk membunuh setiap bayi Bani Isroil yang lahir. Pada saat Nabi Musa lahir, dia diselamatkan oleh ibundanya yang bernama Yukabad dengan dimasukkan ke dalam kotak dan dihanyutkan di sungai Nil.


Kemudian Nabi Musa ditemukan oleh istri Firaun yang bernama Asyiah dan diangkat menjadi anak. Ketika Asyiah mencari ibu untuk menyusui Musa, dengan kebesaran Allah SWT, Yukabad terpilih untuk menyusui Musa. Setelah disapih, Yukabad pun mengembalikan lagi Musa ke istana Firaun.

Ketika dewasa Nabi Musa, melerai suatu perkelahian antara bangsa Qibthi dan Bani Isroil. Musa tidak sengaja memukul bangsa Qibthi hingga meninggal. Merasa bersalah Musa segera meninggalkan mesir, karena tentara Firaun akan datang menangkap dan menghukumnya. Ketika sampai di Madyan, Palestina, Nabi Musa menolong dua gadis dan mengambilkan air untuk makan ternaknya. Dua gadis tersebut adalah anak Nabi Syuaib . 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Nabi Syuaib kemudian menikahkan putrinya bernama Shofura dengan Nabi Musa. Sebagai mas kawinnya yaitu Nabi Musa harus berkerja di peternakan Nabi Syuaib selama delapan tahun.
Saat perjalanan menuju Mesir, di dalam perjalanan Nabi Musa melihat cahaya di sebuah lereng bukit Sinai. Di bukit itu, Musa diangkat Allah SWT menjadi seorang Nabi yang istimewa karena dapat berbicara langsung dengan Allah. Untuk menemani perjuangan Nabi Musa Allah kemudian mengangkat Nabi Harun, saudara sepupunya sebgai Nabi.

Di hadapan Firaun, Nabi Musa dan Nabi Harun menjelaskan maksud kedatangannya, untuk mengajak Firaun bertaubat dan menyembah Allah. Tentu saja Firaun menentang keras ajakan Musa untuk berfirman kepada Allah. Dan menyuruh para penyihirnya untuk melawan mukjizat Nabi Musa.

Setelah dipersiapkan sebuah arena untuk pertandingan, pertandingan antara Nabi Musa dan penyihir suruhan Firaun pun dimulai. Dengan sombongnya Firaun duduk di atas kursi emas. Dia menatap Nabi Musa dengan penuh kebencian. Para penyihir telah menunjukkan aksinya di hadapan Nabi Musa. "Hai Musa, orang yang mengaku suci utusan Tuhan, bagaimana dengan dirimu? Para tukang sihirku telah menunjukkan kebolehannya dan memperlihatkan kesaktiannya!" ejek Firaun kepada Nabi Musa.

Tanpa berkata apa-apa, Musa melemparkan tongkat yang sejak tadi dia pegang. Tongkat itu pun berubah menjadi ular besar. Semua penonton yang menyaksikan pertandingan tersebut merasa ketakutan. Mereka mundur, karena takut dipatuk ular. Ular itu bergerak melahap ular-ular kecil buatan para tukang sihir hingga tak tersisa.

Para tukang sihir merasa malu dan mulai berkeringat dingin. Dan seketika itu, para tukang sihir bersimpuh di hadapan Nabi Musa dan menyatakan beriman kepada Allah. Firaun semakin marah, wajahnya berubah merah padam karena merasa malu di hadapan rakyatnya.

sumber : merdeka.com

0 komentar

Post a Comment