Wednesday, 28 March 2018

Nenek Berusia 72 Tahun Ini Tidak Mempunyai Rekod Jenayah, Tetapi Ditangkap Mencuri DiPasaraya Sedangkan Dia Mempunyai Wang. Alasan Yang Diberikan Ternyata Sangat Memilukan !


Baru-baru ini terjadi satu kes pencurian di Daerah Sanmin, Kaohsiung, Taiwan. Dalam kes ini pelakunya adalah seorang nenek usia 72 tahun. Namun saat polis datang untuk menyoalsiasat, ada alasan yang memilukan di balik itu.
Menurut laporan “Apple Daily”, saat itu nenek yang berusia 72 tahun bermaksud pergi begitu saja tanpa membayar setelah mengambil 2 bungkus mie segera,2 bungkus Chikuwa (bahan makanan Jepang berupa olahan daging ikan berbentuk seperti tabung), sabun mandi dan sebagainya di sebuah supermarket di Daerah Sanmin, Kaohsiung, Taiwan.
Namun, ketika hendak keluar dari supermarket, alarm di pintu masuk tiba-tiba berdering dan menyebabkan pengawal keselamatan supermarket datang kearahnya.
Pengawal itu pun segera menghampiri dan bertanya pada si nenek. Akhirnya si nenek mengaku terus terang telah mencuri dan mengeluarkan semua barang curian dari dalam begnya.
Nilai jumlah barang yang dicuri si nenek sekitar 500 NTD (sekitar rm80).
Meskipun si nenek mengakui kesalahannya dan terus meminta maaf dan pihak supermarket telah memaafkannya namun, kerana peraturan, petugas tetap harus memprosesnya sesuai prosedur dengan melaporkan kepada pihak yang berwajib.
Setelah polis tiba di tempat kejadian, dan dari hasil siasatan polis mendapati si nenek tidak memiliki rekod jenayah.
Namun yang membingungkan mereka, si nenek padahal punya uang tunai 600 NTD (sekitar rm100) di sakunya dan cukup untuk membayar barang-barang yang diambilnya. Lantas mengapa dia mengambil risiko dengan cara mencuri ?
Setelah ditanya lebih lanjut oleh polis, si nenek baru menceritakan bahwa sehari-hari dia mencari rezeki untuk bertahan hidup, namun, karena suaminya masih menjalani rawatan inap di rumah sakit karena kecelakaan bulan lalu. sehingga mengalami kesulitan ekonomi.
Meskipun memiliki seorang anak lelaki yang sudah bekerja, namun penghasilannya juga tidak menentu, dan karena tak ingin membebaninya, jadi si nenek pun tidak meminta wang padanya.
Dalam keadaan terdesak, sehingga terlintas pikiran negatif dalam benaknya dengan melakukan pencurian.
Tak disangka, terdapat faktor menyedihkan yang membuatnya terpaksa melakukan pencurian di supermarket.!
Meski si nenek sangat menyesal atas perbuatannya, dan sedar bahwa mencuri adalah perbuatan yang tidak terpuji, namun, pihak supermarket simpati dengan yang dialami si nenek, polis tetap harus memprosesnya sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Pihak supermarket demikian, perkembangan dari kes itu kemudian berkembang super mengharukan!
Polisi setempat langsung membelikan makanan untuk si nenek, bahkan keesokannya membantu menyiapkan barang keperluan asas seperti minyak, beras dan kebutuhan pokok lainnya untuk si nenek.
Selain itu, polis juga membantu mengajukan permohonan bantuan kesejahteraan sosial ke lembaga berkaitan.
Polis juga meminta bantuan masyarakat untuk menyumbangkan beberapa kebutuhan pokok dan mengumpulkan kekuatan masyarakat untuk membantu nenek sekeluarga melalui masa-masa sulit.
Si nenek yang sudah bersalah merasa sangat terharu dan menitikkan air mata karena masih mendapatkan bantuan dari polis.
Tak disangka, di luar undang–undang hukum pidana, masih ada hal yang begitu menghangatkan sanubari, dan tindakan polis yang baik hati itu juga seketika mendapat acungan jempol dan pujian dari masyarakat setempat.
Sumber : erabaru

0 komentar

Post a Comment