Thursday, 22 March 2018

“Cinta Saya Kepadanya Membawa ‘PengHijrahan’ Ke Arah Islam Adalah Satu Keputusan Yang Betul” – Kisah Cinta Mat saleh Dan Gadis Islam


Ingatkan pasangan kekasih , rupa-rupanya sudah menikah dan sedang menunggu cahaya mata. Pasangan bule dan gadis ini menjadi percakapan hangat media sosial baru-baru ini. Melihat foto-foto pasangan ini di Instagram Michael, memang romantis dan penyayang orangnya.
Tapi, apa yang membuat Michael memutuskan untuk menikah dan berhijrah ke agama Islam? Berikut kemitraan Michael:
Beberapa orang masih aneh dan ingin tahu bagaimana saya dan Adin berjumpa. Jadi ini kisahnya. Pada 2015 saya telah melakukan perjalanan ke Asia Tenggara dan berpikir betapa beruntungnya dia jika dia dapat merasakan pengalaman suasana ketika Ramadan bersama keluarga Muslim lokal. Setelah melakukan pencarian di situs sosial media, dia melihat Adin dan saya mengirim pesan kepadanya. Apa yang mengejutkan, Adin dengan cepat terus membalas pesan saya dan mengundang saya untuk tinggal bersama keluarga Adin di Medan (Indonesia) selama 3 hari, di bulan Ramadan. Bahkan tidak hanya saya tinggal selama 3 hari, saya menetap di sana selama 3 minggu. Dan pada saat itu mulai segalanya.
Dia dari Indonesia dan saya pula dari negara Belanda. Kami tumbuh di tempat yang berbeda budaya, tapi ia tak berarti kami hadapi masalah budaya dalam pernikahan kami. Saya mencintainya karena dia Adin dan dia sayangkan saya karena saya Michael. Bangsa kami, warna kulit dan tempat di mana kami tumbuh tidak ada hubungannya dengan hal itu (masalah budaya). Sebenarnya hal itu mendatangkan keuntungan untuk kami! Kami ada banyak hal untuk bertukar pendapat dan beri tunjuk ajar. Dan, pada masa akan datang kami akan dikaruniai cahaya mata.
Selama saya pergi mengembara, saya tidak pernah bermalam di hotel atau hostel. Saya selalu tinggal bersama keluarga lokal. Saya sangat bersyukur saya dapat pengalaman dan kesempatan yang unik untuk hidup bersama keluarga lokal di 60 negara.
Kebanyakan keluarga angkat saya di Indonesia dan Malaysia adalah keluarga Muslim. Mereka tidak pernah bertanya kepada saya tentang bermigrasi tetapi mereka tunjuk bagaimana mereka jalani kehidupan sebagai seorang Muslim.
Itu membuat saya lebih ingin belajar dan ingin tahu lebih tentang Islam dan sebab itu saya buat keputusan untuk ambil kelas agama Islam di masjid lokal (Kuala Lumpur dan Jakarta). Meskipun saya menghadiri kelas tersebut, saya masih tidak ada niat untuk berhijrah. Guru saya sangat memahami dan niatnya ingin menunjukkan lebih tentang Islam. Setelah beberapa minggu proses diskusi, belajar membaca Quran dan solat, saya tahu bermigrasi ke Islam adalah satu keputusan yang tepat dalam hidup saya.
Sumber : wayangkaki.

0 komentar

Post a Comment